“Kesejahteraan sosial” (social welfare) memiliki arti yang berwayuh wajah. Ia dapat didefinisikan dari berbagai sudut pandang (Suharto, 2007a; 2007b). Kesejahteraan sosial dapat diartikan sebagai pendekatan atau kegiatan yang terorganisir dalam bidang pembangunan sosial. Dalam konteks ini, kesejahteraan sosial biasanya merujuk pada arena atau field of practice tempat berkiprah berbagai profesi kemanusiaan, termasuk pekerja sosial, dokter, perawat, guru, psikolog, dan psikiater. Di negara-negara maju, kesejahteraan sosial sangat identik dengan jaminan sosial (social security), seperti public assistance dan social insurance, yang diselenggarakan negara terutama untuk kaum yang kurang beruntung (disadvantaged groups).
Di Indonesia, kesejahteraan sosial sering dipandang sebagai tujuan atau kondisi kehidupan yang sejahtera, yakni terpenuhinya kebutuhan pokok manusia (Suharto, 2006a; 2006b). Kesejahteraan sosial bisa dipandang sebagai ilmu atau disiplin akademis yang mempelajari kebijakan sosial, pekerjaan sosial, dan program-program pelayanan sosial. Sedangkan menurut UU No.6 tahun 1974 Tentang Ketentuan-ketentuan pokok Kesejahteraan Sosial pasal 2 (1) disebutkan bahwa “Kesejahteraan sosial ialah suatu tata kehidupan dan penghidupan sosial materiil maupun spiritual yang diliputi oleh rasa keselamatan, kesusilaan, dan ketentraman lahir batin, yang memungkinkan bagi setiap warga negara untuk mengadakan usaha pemenuhan kebutuhan-kebutuhan jasmaniah, rohaniahm sosial yang sebaik-baiknya bagi diri, keluarga, serta masyarakat dengan menjunjung tinggi hal-hak azasi serta kewajiban manusia sesuai dengan Pancasila.
Seperti halnya sosiologi, psikologi, antropologi, ekonomi, politik, studi pembangunan, dan pekerjaan sosial, ilmu kesejahteraan sosial berupaya mengembangkan basis pengetahuannya untuk mengidentifikasi masalah sosial, penyebabnya dan strategi penanggulangannya. Pada masa awal perkembangannya, kesejahteraan sosial memiliki basis ilmu yang dikembangkan dari berbagai disiplin ilmu sosial lain, terutama filsafat, sosiologi, psikologi, antropologi, politik, dan ekonomi. Belakangan ini, bidang studi kesejahteraan sosial telah sangat aktif menyelenggarakan berbagai proyek penelitian dan pengembangan kelimuannya yang semakin spesifik. Zastrow (2000:7) menegaskan perkembangan ilmu kesejahteraan sosial ini dengan menyatakan:
This increased research and theory development activity is an indication that social welfare is a discipline that is maturing, as it is now developing much of its own knowledge base.
Seiring dengan perkembangan konsep kesejahteraan sosial, maka ilmu kesejahteraan sosial mengalami proses perkembangan yang tiada henti. Pada awalnya kesejahteraan sosial didefiniskan hanya sebagai suatu keadaan, bukan usaha, sebagaimana yang dilakukan oleh Midgley (1995:4):
...suatu keadaan sejahtera secara sosial tersusun dari tiga unsur sebagai berikut. Itu adalah pertama, setinggi apa masalah-masalah sosial dikendalikan, kedua, seluas apa kebutuhan-kebutuhan dipenuhi dan terakhir, setinggi apa kesempatan-kesempatan untuk maju tersedia. Tiga unsur ini berlaku bagi individu-individu, keluarga-keluarga, komunitas-komunitas dan bahkan seluruh masyarakat.
Selanjutnya ada juga yang mendefinisikan bahwa kesejahteraan sosial sebagai suatu usaha, sebagaimana oelh Remansyhyn (1971:3), yaitu:
... mencakup semua bentuk intervensi sosial yang mempunyai suatu perhatian utama dan langsung pada usaha peningkatan kesejahteraan individu dan masyarakat sebagai keseluruhan. Kesejahteraan sosial mencakup penyediaan pertolongan dan proses-proses yang secara langsung berkenaan bagi penyembuhan dan pencegahan masalah-masalah sosial, pengembangan sumber daya manusia dan perbaikan kualitas hidup. Itu meliputi pelayanan sosial bagi individu, keluarga, dan juga memperkuat dan atau memperbaiki lembaga-lembaga sosial.
Oleh sebab itu Ilmu Kesejahteraan Sosial dapat didefinisikan sebagai: kelompok pengetahuan yang teratur yang membahas suatu sasaran tertentu (gejala-gejala sosial) untuk memperoleh keterangan dan atau arahan yang mengandung kebenaran. Adapun sasaran Ilmu Kesejahteraan Sosial meliputi:
1. Kondisi kesejahteraan (individu, kelompok, dan komunitas)
2. Aktivitas kesejahteraan
3. Fakta kesejahteraan
4. Kebutuhan (pelayanan sosial)
5. Institusi/organisasi pelayanan
6. Negara Kesejahteraan
01.04
Fredi Akbar
Posted in: 

1 komentar:
How to Play and Win at a Casino with Jackpots - Dr. Maryland
A jackpot can 김포 출장안마 result in a 계룡 출장안마 winning 전라북도 출장샵 jackpot, such as a jackpot winning jackpot. There's also 구리 출장샵 a variety of 고양 출장안마 prizes, but the first is more important.
Posting Komentar